google-site-verification=d1L6D5xC-3bLAyc1XJHZOuY6DT1Zvt97lAhCEKqUfhk

Semenjak Pandemi COVID-19, kita menjadi familiar dengan istilah droplet.

Apakah Droplet itu ?

Menurut WHO, droplet adalah tetesan kecil (sebagian besar komposisinya terdiri dari air) yang keluar dari hidung atau mulut seseorang, yang dihasilkan saat berbicara, batuk, ataupun bersin.

Droplet yang berukuran kurang dari 5 μm disebut dengan droplet nuclei (istilah lain : micro droplet / bio-aerosol).

Sedangkan yang lebih besar dari 5 μm disebut macro droplet.

Droplet yg dihasilkan dalam setiap proses akan mengandung berbagai variasi ukuran dan gerakan.

Ukuran droplet dipengaruhi oleh kekuatan hembusan nafas seseorang, viskositas cairan tubuh dan jalur alirannya apakah lewat hidung atau mulut.

Sedangkan pergerakan droplet dipengaruhi oleh gravitasi, arah dan aliran udara serta suhu dan kelembapan udara.

Droplet yang dihasilkan melalui batuk atau bersin diestimasikan dapat bergerak hingga sejauh hampir 6 feet atau sekitar 2 meter ke depan.

Droplet yang dihasilkan oleh bersin
Image courtesy of B. E. Scharfman/A. H. Techet/J. W. M. Bush/L. Bourouiba/MIT

Sebagai gambaran :

  • Saat manusia bersin, jumlah droplet yang dihasilkan dapat mencapai 40.000 droplet yang berdiameter 0,5 μm sampai 12 μm.
  • Pergerakan droplet yang dihasilkan dari bersin dapat mencapai 100 meter per detik.
  • Droplet yang dihasilkan dari batuk manusia dapat mencapai 3.000 droplet nuclei. Jumlah droplet yang sama juga dapat dihasilkan ketika seseorang berbicara selama kira – kira 5 menit.

Menurut studi Wells (1934). Dalam kondisi udara normal, droplet berdiameter <100 μm akan benar-benar kering sebelum jatuh sekitar 2 m ke tanah.

Hal ini tergambar pada kurva yang digambarkan oleh Wells dengan sangat jelas.

Gambar tersebut dapat menunjukkan berbagai variasi ukuran dan hubungannya dengan penguapan dari droplet tersebut.

Kurva Wells tentang droplet
The Wells Evaporation Falling Curve Of Droplets

Droplet yang ada disekitar manusia dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan.

Menurut penelitian, droplet yang berukuran lebih besar dari 10 μm akan terperangkap di daerah hidung manusia.

Droplet berukuran 5 μm sampai dengan 10 μm akan terperangkap di saluran nafas atas.

Droplet yang berukuran di bawah 5 μm dapat mencapai alveoli.

Itulah mengapa kita pada saat pandemi ini disarankan untuk menggunakan masker dengan baik dan benar agar dapat menghalangi droplet memasuki diri kita.

Sumber : Materi Seminar Online Persiapan New Normal di Tempat Kerja Menghadapi COVID-19 oleh dr. Ferry Afero Tanama. Sp.Ok

Untuk masalah sehubungan dengan Pelayanan Kesehatan dan Keselamatan kerja silahkan menghubungi kami di 021-50105029 / Chat via WA 0821-1178 1296, atau klik Hubungi Kami agar petugas kami segera dapat membantu anda.

Copyright © All right reserved.